Selasa, 06 September 2011

Lebaran, kunjungan wisata ke luar negeri meningkat 20%

Selama libur Lebaran kemarin, kunjungan wisata warga negara Indonesia ke luar negeri mengalami peningkatan. Di sisi lain, wisatawan asing yang ke Indonesia justru menurun.

Yanni Nizar, Ketua DPD Asosiasi Tours dan Travel Agent Indonesia (Astindo) DKI Jakarta mengatakan, perjalanan wisata keluar negeri dilakukan rata-rata antara lima hingga tujuh hari.



Yanni yang juga memiliki bisnis agen perjalanan Sejati Tour ini mengatakan, kunjungan wisata ke luar negeri paling banyak ke Singapura. Sebagai gambaran saja, mereka yang melakukan perjalanan dengan Sejati Tour sekitar 50% menuju Singapura. Sisanya ke negara lain seperti Hong Kong, Thailand dan Australia.

Singapura menjadi tujuan wisata luar negeri yang cukup menarik karena lokasinya yang paling dekat dengan Indonesia sehingga tidak membutuhkan persiapan dan waktu perjalanan yang lama. Negaranya yang kecil juga memudahkan wisatawan untuk mengatur perjalanannya sendiri tanpa dibantu agen perjalanan.

Secara keseluruhan, Yanni mengatakan kunjungan wisata ke luar negeri tahun ini bisa mengalami peningkatan sekitar 20% dibanding lebaran tahun lalu.

Kunjungan wisata ke Australia juga mengalami peningkatan. Kedutaan Besar Australia di Jakarta mencatat adanya peningkatan permohonan visa baik untuk kunjungan wisata maupun bisnis menjelang Lebaran tahun 2011.

Mereka menerima lebih dari 16.000 permohonan visa kunjungan selama jangka waktu tujuh minggu sebelum Lebaran. Sedangkan sepanjang satu tahun ini, Kedubes Australia telah menerima lebih dari 58.000 permohonan visa kunjungan dari warga Indonesia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty mengatakan jumlah warga Indonesia yang mengajukan permohonan visa ke Australia meningkat 10% dari tahun 2010. Pada tahun 2010, kunjungan warga Indonesia ke Australia mencapai 123.890 atau meningkat 14% dibandingkan pada 2009.

Kunjungan wisata ke luar negeri memang terus mengalami peningkatan. Bank Indonesia menyebutkan peningkatan kunjungan wisata ke luar negeri lebih cepat ketimbang pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Hal itu menyebabkan defisit jasa perjalanan pada kuartal II-2011. Jumlah wisatawan ke luar negeri selama kuartal kedua mencapai 1,85 juta orang atau meningkat 11% dari kuartal sebelumnya. Pengeluaran jasa perjalanan juga meningkat dari US$ 1,7 miliar menjadi US$ 1,8 miliar.

Pada periode itu, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia juga mengalami peningkatan dari 9% menjadi 1,90 juta orang. Namun penerimaan jasa perjalanan justru menurun dari US$ 1,9 miliar menjadi US$ 1,7 miliar. Yanni mengatakan, kunjungan wisman ke Indonesia memang tengah mengalami penurunan. Salah satunya karena terpengaruh krisis ekonomi di Amerika pada tahun ini.

Penurunan kunjungan wisman cukup terasa dari kunjungan ke Bali. Putu dari Wika Bali Tour and Travel mengatakan kunjungan wisatawan asing ke Bali memang mengalami penurunan. "Sedikit turun dari tahun lalu," kata Putu.

sumber: http://industri.kontan.co.id/v2/read/industri/76672/Lebaran-kunjungan-wisata-ke-luar-negeri-meningkat-20

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates